DRILLING
PROBLEM
Secara garis
besar ada empat macam. Tetapi dalam hal
ini Akan dibahas enam macam problem pemboran, 4 point pertama merupakan problem
yang sering terjadi selama pemboran.
1.
Problem Well Control yang berhubungan dengan kick/blow out,
2.
Loss sirkulasi
3.
Stuck pipe
4.
Shale Problem
5.
Benda asing Jatuh
6.
Aliran Plastis batuan
7.
H2S problem
6.1. PROBLEM WELL CONTROL
Problem well
control sangan erat hubungannya dengan tekanan formasi yang melebihi normal (
abnormal)
Dimana
tekanannya lebih besar dari kolom fluida formasi pada umumnya, yang biasanya
diambil air asin. Hal tersebut karena pambentukan /pengendapan sediment pada
umumnya terjadi di lingkungan laut. Pementauan dan perhitungan tekanan abnormal
akan membantu dalam menentukan berat Lumpur yang sesuai untuk mengontrol lubang
sumur dan mencegah terjadinya blow out.
Zona tekanan
tinggi terdapat pada banyak batuan sediment. Sedimentasi yang cepat
mengakibatkan kandungan air dalam sediment tidak sempat keluar. Sejak batuan
terbentuk dan tekanan beban bertambah, maka akan menambah kontak antara
butiran. Dan sejak batuan tidak mampu dikompaksi serta makin bertambah luas
kontak karena air tidak mampu dikeluarkan, sehingga air juga menanggung tekanan
over burden di atas beban normal. Apabila ini terjadi maka tekanan fluida
formasi akan sangat tinggi .
Banyak eknik
untuk mamantau dan menghitung tekanan tinggi. Beberapa diantaranya tertera pada
table
Metoda yang
terpenting untuk mengontrol lobang br adalah metoda yang dipakai saat pemboran
berlangsung.
6.1.1.
PARAMETER TEKANAN TINGGI
1.
Korelasi
Log Listrik
2.
Bila
terdapat data sumur acuan berjarak 1 mil atau kurang, dan tidak dijumpai
patahan, maka cara ini dianggap yang terbaik dan teryakin
3.
Kecepatan
Pemboran (ROP)
· variable
lain konstan, kenaikan kecepatan laju bor ( ROP ) 50 – 100 %,
· menunjukkan
adanya
· kenaikan
tekanan formasi ( dengan menggunakan treecone bit )
4.
Berat
Jenis Shale ( Shale Density )
·
Turunnya berat jenis shale 0.05 – 0.1 gr/cc dari
garis normal menunjukkan kenaikan tekanan formasi.
·
Kandunga gas pada Lumpur menunjukkan kenaikan tek
formasi.
5. Beberap
kenaikan yang terjadi mengikuti :
§
Background
Gas : dua atau beberapa kalinya kenaikan background gas .
§
Connection
Gas : 5 (lima) kali sampai 10 (sepuluh) kali dari normal background gas
§ Trip
Gas : lebih dari 5 kali kandungan gas sebelumnya
6.
Chloride harus diamati pda saat masuk dan keluarnya
dari lobang bor. Pada kenaikan yang mencolok ( 100 – 300 ppm ) menunjukan
gejala kenaikan tek formasi.
7. Temperatur,
Kenaikan gradient temperature ( degF/100
ft) apabila mendekati tek tinggi. Secara teoritis perubahan temperartur flow
line dipakai sebagai pelengkap pada pemboran formasi pada tekanan tinggi.
Walaupn demikian hal ini sangat sulit untuk diamati karena banyaknya variable yang berpengaruh
7. Dc_Exponent, Plot
DC_Exponent pada grafik semilog dapat menunjukkan perubahan tekanan formasi
sesuai dengan arah trend pengeplotan.


(Metode
Penanggulangan Well Kick …………………………………..lihat Bab V)
6.2.
HILANG SIRKULASI ( LOSS CIRCULATION )
Hilang
Sirkulasi ( Loss circulation ) adalah hilangnya sebagian atau semua lumpur yang mengalir dalam sirkulasinya da masuk
formasi. Dalam hal ini ada 2 macam yaitu
- Partial
Loss adalah hilangnya sebagian Lumpur saat sirkulasi, masih ada aliran
Lumpur yang keluar flow line.
- Total
Loss adalah hlangnya semua Lumpur saat sirkulasi masuk ke formasi, tidak
ada aliran Lumpur keluar flow line saat sirkulasi.
6.2.1.
ANALISA PENYEBAB HILANG SIRKULASI
Hilang
sirkulasi dapat dideteksi dengan:
1.
Mengamati ketinggian Lumpur di pit ( pit level) secara periodik
2.
Mengamati aliran Lumpur di flow line (
flow out sensor )
3.
Penurunan tekanan pompa (SPP)
Ketika
terjadi hilang sirkulasi (Loss), kurangi rate pemompaan dan tentukan kedalaman
zona loss dan jenis nya.
Jenis
zona loss adalah:
- Formasi
dengan Permeabilitas besar
Pada batupasir lose, gravels dan
carbonat dapat memiliki permeabilitas besar ( lebih dari 10 darcy). Vugular
limestone juga potensi untuk terjadi loss.
- Rekah
alami dan rekah buatan
dapat terjadi pada batuan apa saja, dengan arah horizontal maupun
vertical.
- Zona
gerowong
Biasanya ditemukan pada libestone
(batugamping) dapat diketahui ketika rangkaian turun beberapa feet / inch dari
zona loss.
Bahan untuk Antisipasi Kehilangan Sirkulasi
- Mica
fine / medium / coarse
- Kwik
seal
- Nut
Plug fine / medium / coarse
- Mud
fiber
- Baracarb
( CaCO3)
Untuk
zona loss yang merupakan zona prospek, penanggulangan loss dengan bahan natural
( natural LCM ) mis : nut fiber, CaCO3 ( untuk litologi batugamping )
6.2.2.
PENANGANAN / PERAWATAN HILANG SIRKULASI
Penanganan
/ perawatan kehilangan sirkulasi memerlukan analisa jenis loss sehingga metode
yang sesuai dapat ditrapkan. Sering rekah buatan tidak terjadi di daerah
dangkal, tetapi pada formasi yang lunak dapat terjadi rekah ketika berat Lumpur
dinaikkan. Jenis zona loss dapat ditentukan dari lithology (
master log ) atau dari log wireline.
1.
REKOMENDASI UMUM
·
Kurangi berat Lumpur dengan memperhatikan tekanan
formasi
·
Perlakuan sifat Lumpur dengan menurunkan tekanan
surge dengan Yp dan Gel strength dan ECD dengan menurunkan SPM pemompaan
·
Jika loss sensitive dengan overbalance, jangan
menyumbat rangkaian pipa dengan sumbat yang berat ( pump slug dengan Sg yang
tidak terlalu berat ) sebelum trip.
·
Meminimalkan
tekanan surge saat masuk rangkaian dengan mengurangi “running speed”
·
Minimalkan
jumlah drill collar dan stabilizer setelah bit dijalankan, naikkan ukuran pahat
jet untuk disesuikan dengan LCM coarse.
·
Jangan
cabut rangkaian dari lobang jika tinggi annulus jauh dari pandangan. Gunakan
LCM untuk mengembalikannya.
2.
LCM PILLS
Pedoman
ini telah disiapkan untuk meminimalkan timbulnya kehilangan sirkulasi dan
penanganan terhadap rembesan dari 25 hingga 50 bls per jam.
·
Ketika
menggunakan pil LCM harus diletakkan di daerah zona loss, pipa pemboran ditarik
diatas pil dan srkulasikan secara perlahan dengan menggunakan air atau Lumpur
awal.
·
Jika
loss disebabkan pack off , POOH di atas
pack off atau jika diperlukan sampai ke shoe, lakukan kembali sirkulasi,
bersihkan dari bawah dan lanjutkan pemboran. Jika terjadi loss lagi, tempatkan
LCM pil sebelum POOH hingga ke shoe. Jika tidak dapat di sirkulasi, tutup
hidrill tekan.
·
Sebelum
dilakukan pemboran di atas zona loss, 100 bbls pil terdiri 40 – 60 ppb campuran
dari beberapa jenis dan kelas LCM di lokasi, harus disiapkan mulai dari Lumpur
yang sedang dipakai dan siap untuk
digunakan.
·
Untuk
loss yang besar dipertimbangkan untuk menggunakan silica gel atau penyumbatan
dengan semen ( magnaplus cement semacam gel )
3. GUNK PILLS
·
Gunk
pill disiapkan sebanyak 300 ppb bentonita dalam minyak diesel, umumnya
menggunakan jet pencampur pada unit penyemenan. Dengan pengaturan jarak
sebanyak 5 bbls sebelum dan sesudah pill, dipompakan sampai bentonite/minyak
tercampur di pahat, kemudian fluida berbasis Lumpur/air dipompakan ke dalam
annulus sehingga terjadi pencampuran yang sangat kental dan dapat menutup pori.
·
Gunk
pill harus digunakan secara hati-hati, karena dapat terjadi pengendapan dari
campuran selama di rangkaian pipa jika terjadi kontaminasi air pada saat pencampuran. Waktu persiapan harus
dipertimbangkan karena kebutuhan untuk pembilasan peralatan pencampur dan
rangkaian dengan diesel
·
Umumnya
gunk pill sebanyak 30-50 barrels disiapkan dan digunakan hanya bila cara lain
telah gagal. Variasi dari gunk adalah semen/bentinote/diesel yang digunakan
sebagai langkah akhir.
- SODIUM
SILICATE
·
Pill Sodium Silicate disiapkan dan dipompakan dengan
urutan sebagai berikut
-. 50 bbls 10% calcium chloride brine
-. 5 bbls Fresh
Water
-. 50 bbls
Sodium Silicate
-. 5 bbls Fresh
Water
·
Jumlah
tepatnya dapat bervariasi ,bagaimanapun, pill dalam jumlah yang lebih besar
mempunyai kemungkinan lebih banyak berhasil.
·
Ketika
calcium chloride brine dan Sodium silicate bercampur dalam zona loss, brine
memicu reaksi dimana sodium silicate menjadi keras sehingga menjadi penyumbat.
·
Jika loss terlalu besar, ini bias menghambat
pencampuran tersebut sehingga tidak efektif
·
Lakukan
cement plug
6.2.3.
PENAGGULANGAN LOSS
Jika
terjadi hilang sirkulasi (loss
circulation), cara mengatasi :
·
Stop
bor, angkat kelly sampai tool joint di atas rotary table, lakukan penamatan
sumur
Amati penurunan cairan di annulus
hitung rate hilang Lumpur.
·
Bila rate hilang umpur (loss) kecil – kurang dari 200
l/min
-.
Tambahkan LCM ke dalam system dengan konsentrasi cukup dibarengi
penyrynan Sg
Lumpur sampai batas yang direkomendasikan.
-. Lanjut bor dengan LCM
tetap di dalam system, Lumpur keluar jangan
melewati screen
·
Jika
rate hilang Lumpur (loos) besar -- bebih
dari 200 l/min
-. Pompakan LCM ukuran coarse (
rekomendasi dari DD engineer/MWD engineer jika
directional drill ) tempatkan sampai mengcover zona loss beberapa m
-. Cabut rangkaian sampai shoe (
Lumpur dalam lobang dijaga selalu penuh )
-. Diamkan dan amati level cairan
Lumpur di annulus.
-.
Jika masih ada loss, ulangi langkah-langkah di atas.
-.
Masuk rangkaian kembali dan coba sirkulasi dengan SPM rendah, jika tak ada
loss,
pelan secara bertahap SPM ditambah
Catatan:
Hati-hati terhadap daerah bertekanan (
pengisian lobang harus terus-menerus ), jika tidak ada jalan lain, lakukan
penyemanan sumbat lewat pahat. Jika
level Lumpur dalam annulus masih bias diimbangi dengan pengisian Lumpur, Cabut
pipa sampai permukaan ganti rangk. open ended dan lakukan penyemenan sumbat
(cement plug ).
6.2.4.
PROSEDUR PENANGANAN BDO / BDOC / BDO2C
PLUG
·
Blind drill bila tidak ada zona bertekanan tinggi dan
merupakan trayek terakhir.
·
Pre
job safety meeting
·
UJi tekan saluran permukaan sampai 1000 psi diatas tekanan kerja pemompaan
·
Pompakan
5 bbls Diesel Oil pendahuluan, untuk sumur dalam gunakan 10 bls diesel oil
·
Aduk
dan pompakan bubur BDO / BDOC / BDO2C
·
Pompakan
5 bbls Diesel Oil belakang
·
Dorong
dengan Lumpur
·
Jika
pada saat pendorongan (displace ) tidak ada aliran balik, maka secara terus
menerus ppompakan Lumpur melalui annulus, agar annulus tetap terisi oleh Lumpur (unruk menjaga tekanan
hidrostatis di annulus)
·
Pada
saat diesel oil pendahuluan mencapai ujung bawah Drill pipe, Tutup BOP dan
pompakan Lumpur dengan laju alir 1/3
dari laju alir pendorongan.
·
Sumbat
BDO/BDOC/BDO2C didorong hingga 8 meter di bawah DP
·
Buang
tekanan dan cabut rangkaian pipa penyemenan
·
Mulai sirkulasi dan amati kolom cairan.
Catatan
:
·
BDO
( campuran 1 sak bentonita + Diesel Oil ), Sg=1.5
·
BDOC ( campuran 1 sak bentonite + 1 sak semen + Diesel
Oil ), Sg = 1.5
·
BDO2C
( campuran 1 sak bentonite + 2 sak semen + Diesel Oil ), Sg = 1.5
Pelaksanaan harus hati-hati agar BDO
todak kontak dengan air selama proses pemompaan.
6.3. PIPA TERJEPIT ( STUCK PIPE )
Meskipun ada
lebih dari 20 macam penyebab terjepitnya rangkaian pipa, tetapi hanya ada 3 ( tiga) mekanisme yang menyebabkan gaya
mekanik untuk menjepit rangkaian pipa. Ketiga
mekanisme tersebut adalah pack-off / bridge , Differential Force dan
wellbore Geometry.
Problem
terjepitnya pipa yang umum terjadi dari ketiga mekanisme tersebut diatas dapat
dibagi atas :
1.
Differential
Pipe Sticking
2.
Key
Seating
3.
Sloughing
Shale
4. Benda
asing Jatuh ke dalam lobang bor
5.
Aliran
Plastic Batuan
6.3.1.
DIFFERENTIAL STICKING
Differential
pipa sticking adalah kejadian menempelnya rangkaian pipa pada salah satu sisi
dinding lobang. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan antara
tekanan lum[pur dan tekanan formasi yang permeable. Indikasi Terjadinya
differential pipa sticking ditandai dengan tidak dapatnya rangkaian diputar dan
digerakkan, tetapi sirkulasi masih dapat dilakukan normal.
1.
PENANGANAN
- Setelah
diketahui gejala terjadinya differential sticking, segera pasang Kelly
atau top drive. Bila BHA dipasang jar, lakukan JAR DOWN. Lakukan torsi
kanan pada saat menurunkan rangkaian atau jar down.
- Lakukan
Work on pipe sambil sirkulasi
- Bila pada point 1 dan 2 tidak berhasil, tentukan
titik jepit dengan menggunakan rumus pada hal .
- Bila menggunakan Lumpur WBM, rendam rangkaian dengan freepipe
agent pada daerah jepitan untuk menghancurkan mud cake, sehingga mengurang
luas kontak pipa dengan dinding. Lama
perendaman tergantung product yang digunakan
- Setelah
pipa bebas, lakukan sirkulasi untuk membuang sisa pree pipe agent yang
terdapat dalam lobang. Usahakan rangkaian tetap bergerak dan berputar.
Lakukan reaming dan back reaming sekitar daerah permeable.
2.
TINDAKAN PENCEGAHAN
- Gunakan Lumpur dengan filtrate loss yang kecil,
sehingga mud cake lebih tipis
- Gunakan Sg Lumpur dengan minimal safe overbalance,
sehingga memperkecil perbedaan tekanan hidrostatik dengan tekanan formasi
dalam lobang.
- Usahakan rangkaian tidak terlalu lama diam saat
koneksi , survey atau jika ada
kerusakan pompa / rig equipment. Putar rangkaian pelan-pelan atau
turun naik rangkaian.
- Gunakan lebih sedikit DC dan memperbanyak
rangkaian HWDP. Bila DC tidak dapat digantikan, pakai DC spiral .
- Jika
memungkinkan isolasi daerah depleted dengan selubung ( casing ).
6.3.2.
KEY SEATING
Key
seating adalah proses terjadinya alur pada salah satu sisi lobang bor akibat
selalu menempelnya rangkaian ( side
loading ) pada dinding sumur. Key seating umumnya disebabkan oleg dogleg, kick
off point, perubahan sudut kemiringan dan arah. Alur ini berukuran sama dengan
diameter pipa dan jika semakin dalam, dapat mengakibatkan pipa terjepit pada
tool joint atau stabilizer.
Key
set sticking umumnya terjadi saat cabut rangkaian pipa, yang ditunjukkan dengan
adanya “over pull” tetapi sirkulasi tetap normal dan pipa masih dapat diputar.
1.
PENANGANAN
- Bila
terjadi gejala over pull lebih dari 15 Ton, hentikan pencabutan pipa , dan turunkan kembali rangkaian
pipa.
- Bila rangkaian tidak terjepit dan dapat
diturunkan, lakukan
-. Pasang Kelly / top drive
-. Break srkulasi dan angkat
rangkaian pelan-pelan sasmpai daerah key
seat.
-. Beri
tarikan / over pull 5000 psi
-. Pasang slip dan putar sambil
angkat rangkaian secara perlahan untuk
melewatkan BHA
melalui bagian diameter lubang
yang lebih besar . Untuk formasi yang
lunak, masih
mungkin menghilangkan key
seating dengan menggunakan bagian atas
(top) BHA usaha
menghilangkan key seat akan lebih
efektif bila menggunakan stabilizer
atau reamer / key
seat wiper
- Bila rangkaian terjepit dan tidak dapat
diturunkan, lakukan :
-. Pasang Kelly atau top drive
-. Lakukan
JAR DOWN ( bila BHA menggunakan Jar )
Catatan :
Bila Ikan
(fish) tertahan di daerah key seat, turunkan rangkaian (ikan ) dengan riding overshot sampai ke
dasar lobang untuk mencegah agar ikan tidak terlepas pada saat dilakukan wash
over. Perlu diketahui bahwa lokasi titik
jepit terkadang berpindah keatas seiring dengan waktu.
6.4. PROBLEM
SHALE
Problem ini
kebanyakan disebabkan oleh sifat shale yang reaktif terhadat efek kimia Lumpur.
Secara mekanis dapat juga disebabkan karena takanan formasi pada shale yang
melebihi tekanan hidrostatis Lumpur.
6.4.1
SLOUGHING SHALE
Sloughing
shale adalah peristiwa kerusakan shale akibat hidrasi. Akibat
lebih lanjut shale menjadi rontok/gugur yang berakibat mengganggu proses
pengeboran. Lebih
disebabkan pengaruh kimiawi.
1.
PENANGANAN
- Bila terjadi sloughing, dan torsi sudah
meningkat/bertambah, hentikan pemboran
- Sirkulasi naikkan debit pompa, sambil
turun-naikkan rangkaian pipa.
- Jika serbuk
bor mengakibatkan hambatan aliran Lumpur, cabut rangkaian sampai
tempat aman. Jika
perlu cabut sampai shoe.
- Naikkan SALINITAS dan KANDUNGAN K+ serta
turunkan FILTRAT LOSS ( sirkulasi kondisikan Lumpur. Sampai sloughing shale berhenti
- Lakukan
wash down sambil maintain mud property sampai dasar lobang.
- Lanjutkan
bor formasi dengan ROP diperlambat dari sebelumnya.
- Jaga sifat fisik Lumpur, dan gunakan Sg yang
sesuai dengan gradient tekanan formasi.
6.4.2. BIT
BALLING
Bit balling
adalah keadaan dimana pahat terselubung oleh gumpalan serbuk bor. Hal ini
terjadi karena kurangnya “Cleaning Action” dari Lumpur yang erat kaitannya
dengan sifat Lumpur dan Hydraulic Horse Power (HPP) pada pahat. Pada umumnya terjadi pada formasi clay
yang sticky ( lengket ).
1.
INDIKASI
·
Kemajuan
pemboran turun, kadang kecil sekali walaupun pahat masih baru
·
Takanan
pompa (SPP) naik
·
Bia
rangkaian diangkat terjadi awab effect ( gas akan naik setelah sirkulasi b/u
sejak mulai pipa diangkat )
·
Torsi
naik
2.
LANGKAH PENANGANAN
- Naikkan
debit pompa sampai batas maximum yang dibolehkan
- Putar
meja dengan putaran maximum yang dibolehkan, sambil work on pipe.
- Turunkan
viskositas Lumpur sampai batas yang dibolehkan ssambil tambahkan mud
deterjent sampai bit balling hilang yang ditandai dengan tekanan pompa
normal dan ROP lebih cepat.
- Jika
bit balling tak teratasi, cabut pipa sampai permukaan ( perhatikan swab
effect)
Jika terjadi swab effect, cabur sambik
sirkulasi.
- Bersihkan pahatm masuk kembali lanjut bor
formasi
6.5. BENDA
ASING JATUH
Jatuhnya
benda asing seperti tong dies, pahat, dll ke dalam lobang bor. Hal ini ditandai
dengan adanya torsi tinggi saat pipa diputar, cutting terdapat banyak
metal-metal ( gram ). Penanganan tiada lain keciali cabut rangkaian pipa untuk
selanjutnya dilakukan fishing job ( pengambilan benda asing yang terjatuh ke
dalam sumur).
6.5.1 FISHING
JOB
Proses
penangkapan benda / peralatan yang tertinggal di dalam lobang sumur yang
disebabkan kegagalan suatu pekerjaan. Contoh : Putus pipa, Cone pahat lepas.
Dapat juga disebabkan kecerobohan misal jatuh barang ( metal ) ke dalam lobang.
PROSEDUR
FISHING
·
Pastikan
bentuk ikan
·
Siapkan
alat pancing yang cocok dengan bentuk ikan.
·
Ukur
dan gambar rangkaian pancing yang masuk
MACAM-MACAM
ALAT PANCING (FISHING TOOL )
- Untuk
memancing benda-benda kecil ( baut, mur, ball bearing pahat, gigi kunci
gigi slip dll )
Dipakai
: Junk Basket di pasang diatas pahat saat bor
Fishing Magnet
- Untuk
memancing benda-benda lebih besar ( cone pahat, sample taker, pin
kunci dll )
Dipakai : Over Shot, Spear, Taper Tap, Die Collar, Wall
Hook
Jar, safety joint, bumper sub
Tool Joint ( dengan atau
tanpa guide)
- Untuk
memancing Casing, Drill pipe, tubing yang disebabkan putus, patah atau
jatuh
- Dipakai
: Junk Catcher atau reverse circulating junk basket.
Catatan:
untk memastikan bentuk dan posisi ikan ( fish ), masuk cap timah ( impression
block )
6.6.
ALIRAN PLASTIC BATUAN
Aliran
plastic batuan dapat terjadi karena adanya aliran/pergerakan garam atau batuan
karena tekanan formasi di sekitar lobang pemboran ( fault / sesar ).
Comments