Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2009

Model dan analisis Fasies

                                                        MODEL DAN ANALISIS FASIES disarikan dari R. Anderton. 1985 . Clastic facies models and facies analysis . D alam: PJ Brenchley dan BPJ Williams (ed) . Sedimentology: Recent Developments and Applied Aspects . Blackwell. Hlm 31-47       Model fasies merupakan komponen dasar bahasa sedimentologi batuan klastika. Istilah-istilah seperti "fasies delta," "washover fan facies," dan "prograding lobe-fringe facies" sering muncul dalam komunikasi diantara ahli sedimentologi, baik komunikasi lisan maupun tertulis, dengan membawa atmosfir otoritas yang tinggi. Oleh karena itu, tidak mengheran - kan apabila banyak orang kemudian berpendapat bahwa para ahli sedimentologi umumnya mengetahui apa yang dimaksud dengan model fasies. Sebenarnya penulis tidak yakin bahw...

Sistem Kristal

Sistem Isometrik Sistem ini juga disebut sistem kristal regular, atau dikenal pula dengan sistem kristal  kubus atau kubik. Jumlah sumbu kristalnya ada 3 dan saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Dengan perbandingan panjang yang sama untuk masing-masing sumbunya. Pada kondisi sebenarnya, sistem kristal Isometrik memiliki axial ratio (perbandingan sumbu a = b = c, yang artinya panjang sumbu a sama dengan sumbu b dan sama dengan sumbu c. Dan juga memiliki sudut kristalografi α = β = γ = 90˚. Hal ini berarti, pada sistem ini, semua sudut kristalnya ( α , β dan γ ) tegak lurus satu sama lain (90˚). Gambar 1 Sistem Isometrik Pada penggambaran dengan menggunakan proyeksi orthogonal, sistem Isometrik memiliki perbandingan sumbu a : b : c = 1 : 3 : 3. Artinya, pada sumbu a ditarik garis dengan nilai 1, pada sumbu b ditarik garis dengan nilai 3, dan sumbu c juga ditarik garis dengan nilai 3 (nilai bukan patokan, hanya perbandingan). Dan sudut antar sumbunya a+^bˉ = 30˚. H...